TARUHAN BOLA - Wakil kepala SMA Negeri 17 Surabaya berinisial NN tertangkap tangan dengan dugaan melakukan pemerasan
Rp 3 juta terhadap seorang wali calon murid, (2/1). Uang tersebut diminta dalam proses pemindahan calon siswa dari sekolah lain.
Wakil kepala SMA Negeri 17 tertangkap tangan yang saat itu dirancang oleh wali calon murid Salah satu dari anggota TNI AL Rudi bersama seorang anggota DPRD Surabaya Bakti, dan jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Bakti membenarkan Tertangkap tangan dugaan pemerasan itu. "Ini pemerasan, tidak ada dasar hukumnya mutasi sekolah dikenakan biaya, ini jelas mencoreng wajah dan nama pendidikan," ujar
Anggota DPRD Surabaya itu,
Menurut
Bakti, Semula NN meminta uang mutasi sebesar Rp 25 juta dengan alasan untuk sumbangan infrastruktur sekolah,namun Rudi mengaku tidak mempunyai uang sebanyak itu dan hanya membawa uang sebesar
Rp 4 juta.
NN sempat meminta
Rudi menambahi uang yang dimilikinya itu menjadi Rp 7 juta. Namun,Rudi hanya menyerahkan uang yang dimilikinya. Begitu uang diserahkan, Bakti dan sejumlah penyidik dari Polrestabes Surabaya yang
berpakaian preman langsung menyergap NN begitu mendapat laporan dari Rudi lewat telepon Selularnya .
NN sempat gugup dengan kedatangan
Penyidik dari Polrestabes Surabaya dan NN menjelaskan bahwa itu adalah aturan dari sekolah,tetapi pihak Polrestabes tetap mengiringnya ke Mapolrestabes untuk di mintai keterangan, Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari sekolah mau pun keterangan resmi dari kepolisian yang terkait kasus ini.
(pnc) PIN BB 25F7FD28